Daftar Blog

Search My Blog
Tampilkan postingan dengan label Bajaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bajaj. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

Journey to the East : Jakarta - Bali - Lombok - Sumbawa - Komodo - Flores part 4

Jalur pulau Sumbawa dari pelabuhan Sape menuju pelabuhan Poto Tano

Tiba di kapal, kami langsung mencari posisi untuk beristirahat karena seharian tidak tidur. Lama perjalanan dari Labuan Bajo ke Sape sekitar 6-8 jam cukup untuk beristirahat di kapal karena setelah tiba di Sape kami akan langsung menuju pelabuhan Poto Tano dengan jarak kurang lebih 400 km, memakan waktu  12-14 jam. Sekitar jam 4 sore kami tiba di pelabuhan Sape, tanpa berlama - lama lagi kami langsung menuju pelabuhan Poto Tano. Sekitar jam 5 sore kami tiba di Bima dan kami sempat tertahan cukup lama karena ada sedikit trouble yang mengharuskan kebengkel terdekat sebagai antisipasi jalan malam di lintas Sumbawa. Sekitar jam 8 malam akhirnya masalah selesai dan kami melanjutkan perjalanan kembali dengan di kawal komunitas - komunitas roda 2 Bima hingga keluar dari kota Bima (thanks bro..). Setelah keluar kota Bima kami sempat beristirahat sebentar sekaligus mengisi perut sebagai antisipasi jalan malam tidak ada warung makan yang buka sepanjang perjalanan. Sekitar jam 10 malam perjalanan dilanjutkan kembali menuju Dompu, Sumbawa Besar. Sekitar jam 12 tengah malam kami tiba di Dompu dan sekitar jam 2 pagi kami sempat mengalami tidur mikro di jalan, hingga akan memasuki Sumbawa Besar akhirnya kami menemukan SPBU untuk beristirahat. Sekitar jam 5 pagi perjalanan dilanjutkan kembali menuju pelabuhan Poto Tano, memasuki kota Sumbawa Besar sekitar jam 7 pagi bertepatan dengan jam masuk kerja sehingga kondisi kota agak ramai. Dan akhirnya kami tiba di pelabuhan Poto Tano sekitar jam 10 pagi langsung memasuki kapal untuk menyebrang ke Lombok dan beristirahat kembali di kapal.

Sign Road pertama setelah memasuki pulau Sumbawa
Sign road 'legendaris' banyak yang sudah pernah ke Sumbawa
Sampai jumpa kembali Sumbawa
Sekitar jam 12 siang kami akhirnya tiba di pelabuhan Kayangan, Lombok. Setelah itu kami beristirahat sebentar sambil makan siang di sekitar pelabuhan, cuaca saat itu panas terik dan lalu lintas sangat padat (akhirnya kami bertemu dengan kepadatan lalu lintas setelah di Sumbawa dan Flores lalu lintas sangat lenggang cenderung tidak ada kendaraan). Setelah makan siang kami langsung melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Lembar untuk menyebrang ke Bali. Akan memasuki kota Mataram, lalu lintas semakin padat dengan sedikit macet, di kanan kiri mulai ada mini market - mini market yang membuat saya sedikit lega akhirnya sampai di tempat yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap hahaha...

Sekitar jam 4 sore kami tiba di pelabuhan Lembar lalu kami langsung memasuki kapal dan segera beristirahat lagi. Kali ini kami menaiki kapal ferry yang berbeda dengan yang sebelumnya, kapalnya jauh lebih bagus dengan tempat duduk yang seperti sofa dan dekorasi ala cafe - cafe. waktu 4 jam pada saat menyebrang kami gunakan dengan sebaik - baiknya untuk beristirahat di kapal. Sekitar jam 8 malam kami tiba di pelabuhan Padang Bae dan langsung menuju Gianyar untuk beristirahat seharian sebagai persiapan menuju Jakarta.

Keesokan harinya kami masih punya waktu sehari untuk memulihkan tenaga, waktu tersebut saya gunakan untuk ke Uluwatu. Lama perjalanan dari Gianyar ke Uluwatu sekitar 1-2 jam dengan lalu lintas yang lumayan padat seperti di Jakarta. Hati bertambah lega dan tenang setelah bertemu dengan mall dan gedung - gedung besar di Bali setelah seminggu lebih tidak menjumpai bangunan - bangunan tersebut (artinya fasilitas sudah lengkap tidak perlu khawatir kehabisan uang cash dan bensin di tengah jalan hahaha... )

Parkiran Uluwatu Bali
Uluwatu, dilihat dari Pura
Uluwatu, dilihat dari Pura
Tebing sebelah kiri Pura
Tebing sebelah kanan Pura
Uluwatu, Bali
Mencoba menyusuri tebing yang sebelah kanan, dengan mengikuti anak tangga
Pura Uluwatu, Bali
Satwa liar di Uluwatu, harus hati - hati. Pada saat disana ada topi turis yang direbut oleh kera, lalu turis tersebut mencoba untuk merebut paksa kembali tapi kera tersebut malah menyerang turis.
Turun lagi, menyusuri tebing
Pura Uluwatu, Bali
Pura Uluwatu, Bali
terus menyusuri tebing dan semakin turun
Tiba di ujung jalan batu, selanjutnya hanya jalan tanah
Uluwatu, Bali
Uluwatu, Bali
Uluwatu, Bali
Selanjutnya hanya jalan tanah, berhubung cuaca sangat panas akhirnya kami memilih kembali ke Pura dan mencoba menyusuri tebing sebelah kiri Pura
Pura Uluwatu dari sisi kiri
Dari sini jalan buatan manusia sudah habis, sisanya padang rumput
Tangga menuju Pura
Satwa liar di pantai Padang Padang, masih dalam 1 area di Uluwatu
Pantai Padang Padang, sedikit kecewa dengan pantainya, sangat ramai sekali mungkin karena gratis untuk memasuki pantai ini
Keesokan harinya sekitar jam 8 pagi kami berangkat menuju Jakarta dari Gianyar. Sekitar jam 1 siang kami baru tiba di Pelabuhan Gilimanuk, terlambat 2 jam dari estimasi jam 11 siang karena nyasar di sekitar Kintamani (perubahan rute yang awalnya lewat Utara akhirnya lewat jalur yang lebih mudah, Selatan). Nyasar tersebut cukup menguras tenaga dan waktu, mau bagaimana lagi sudah terlanjut ya nikmatin saja lah. Tiba di pelabuhan Ketapang sekitar jam 2 siang, cuaca saat itu sangat panas, langsung kami berteduh di mini market depan  pelabuhan sekitar 15 menit. Setelah cukup beristirahat perjalanan dilanjutkan kembali menuju Jakarta dengan rute yang sama seperti keberangkatan.

Sekitar jam 3 pagi keesokan harinya saya tiba di Rembang, Jawa Tengah dengan keadaan sangat ngantuk, lelah serta fisik yang mulai drop, karena tidak kuat saya langsung menepi ke SPBU untuk beristirahat sekitar 3 Jam. Tepat pada jam 6 pagi saya terbangun dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta hingga tiba di rumah sekitar jam 7 malam setelah kena macet di Raden Inten :D

Reno Erasmus

Sabtu, 15 September 2012

Perjalanan yang berat menjelajah Ujung Kulon

Perjalanan kali ini yang paling lelah setelah perjalanan panjang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Karena saya tidak cukup fit dan masih terasa sangat lelah dan jenuh setelah perjalanan panjang menuju Lombok (2 minggu yang lalu). Karena sudah janji sebelum hari Lebaran, maka mau ngak mau harus ikut.

Rute yang kami lewatin adalah: Jakarta - Tanggerang - Serang - Gunung Sari (Panenjoan) - Anyer - Carita - Labuan - Tanjung Lesung - Cibaliung - Ujung Kulon

Perjalanan dari Jakarta ke Serang relatif lancar, kami bisa memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sampai di Serang saya mengalami masalah pada gear depan yang sudah ompong 5.. akhirnya mau ngak mau harus ganti di bengkel resmi di Serang. setelah selesai ganti gear set, karet tromol dan bearing roda belakang, perjalanan dilanjutkan kembali ke menuju Gunung Sari. Target utamanya adalah bukit Panenjoan, kondisi jalan menuju bukit Panenjoan relatif mulus dan sempit


Tak lama kami berada disana, perjalanan pun dilanjutkan  menuju Anyer, Cartia dan Labuan. Di Labuan kita sampat berhenti untuk makan siang dengan menu sea food lesehan, posisinya tidak jauh dari pertigaan yg mau ke Tanjung Lesung


Setelah selesai makan dan kenyang, perjalanan dilanjutkan ke Tanjung Lesung







Hari akan gelap, dan kami langsung melanjutkan perjalanan ke Cibaliung untuk bermalam, sepanjang perjalanan kami memasuki hutan dengan lintasan yang gelap, lumayan sempit dan naik turun. Setiba di penginapan langsung kami beristirahat.
Keesokan harinya, pagi hari kami menuju Ujung Kulon


dari sini jalan masih ber aspal, tidak jauh dari sini jalanan mulai rusak dan cenderung berbatu dan pasir. selama perjalanan menuju ujung jalan, kami sempatkan mampir dipinggir pantai - pantai untuk sekedar beristirahat karena panasnya cuaca saat itu dan ditambah jalan yang sangat rusak cenderung offroad










Setelah melwati jalan tersebut, akhirnya kami sampai di pos penjagaan di Ujung Kulon, langsung kami beristirahat lagi dan sekedar mengisi perut dengan cemilan yang telah dibeli pada saat di Cibaliung



Disana kami bertanya - tanya kepada petugas, dan tinggal 1 KM lagi jalan untuk kendaraan sudah habis yang ada tinggal jalur treking menuju taman nasional Ujung Kulon. Perjalanan pun dilanjutkan kembali dengan jalur lintasan berpasir




Setelah puas berfoto dan beristirahat, langsung kami pulang dengan rute yang sama. Pada saat perjalanan kami menemukan jalur yang lumayan bagus, dan kami bisa memacu kendaraan sampai 100kpj lebih dari pada jalur utama, jalur tersebut berada di pantai dengan lintasan pasir yang sudah keras




 tidak jauh dari pantai ini, jalan kembali beraspal dan kami melanjutkan perjalanan pulang menuju Jakarta lewat jalur yang sama dengan keberangkatan


Group riding bersama Bajaj Pulsar Kaskus Riders di Tanjung Lesung


Jalur Pantai yang bisa sampai dengan 100kpj lebih

Perjalanan menuju ke ujung jalan kendaraan


Reno Erasmus