Daftar Blog

Search My Blog

Jumat, 23 Maret 2012

Iseng - iseng ke Hutan penelitian Pasirawi dan Curug Cigamea




Perjalanan kali ini perjalanan pertama di tahun 2012... setelah terakhir menghadiri Jamnas PRIDES bulan desember di Salatiga. Bingung setelah lama tidak ada acara jalan - jalan karena cuaca memang sangat tidak bersahabat, akhirnya di bulan Maret cuaca mulai mendukung untuk memulai perjalanan.
Tak sengaja saya mendapat message dari om Roy Bogor bahwa akan mengadakan perjalanan ke Pasirawi, rutenya Bejo sebelumnya. Akhirnya tanpa pikir panjang saya ikut ekspedisi ini, menjelajah Hutan Perlindungan Pasirawi.

Sesuai instruksi dari Bejo, titik kumpul di pertigaan Ciseeng jam 8 pagi, ternyata ramai juga yang ikut petualangan kali ini. Ada 9 motor + 1 Boncenger.

Titik kumpul di pertigaan Ciseeng



Setelah semua telah hadir, kami langsung briefing mengenai rutenya dan formasi group riding, tak lupa kami berdoa dahulu sebelum memulai perjalanan. Setelah selesai berdoa rombongan langsung menuju Pasirawi. sayang tak berapa lama hujan pun turun, maka kami langsung menepi untuk menggunakan jas hujan. Setelah memakai jas hujan perjalanan pun di lanjutkan. Jalanan masih sangat mulus tidak ada lubang... begitu memasuki suatu desa jalanan mulai sempit, hingga akhirnya ada belokan ke kanan menuju Hutan lindung Pasirawi.
"ASTAGA" itu yang ada dalam pikiran saya, habis hujan lintasan hanya tanah dan batu kali nanjak pula, motor saya geol - geol sendiri karena licin, dan kadang di bantu dorong karena ban belakang saya nyangkut di batu kali hehehe...
Tak jauh dari belokan ada suatu pos di sana terpampang tulisan Hutan Perlindungan Pasirawi, sambil menunggu tanah agak kering, saya sedikit mengempeskan ban, agar daya cengkram ban lebih maksimal, tidak gampang geol - geol.

Lintasan habis hujan dengan tanah merah bercampur dengan coklat, membuat saya kesulitan menghandle motor

Track nanjak, lintasan masih basah, ini yang paling sulit di kontrol terutama ban belakang

Tak jarang rekan saya ikut membantu mendorong motor saya

Lagi - lagi ban belakang sulit dikontrol
 
Beristirahat di pos jaga Hutan Penelitian Pasirawi

Sambil beristirahat, melepas jas hujan dan mengempeskan ban sedikit

Cuaca sudah mulai panas dan bersiap melanjutkan perjalanan

Siap menuju tantangan selanjutnya



Setelah cukup beristirahat dan tanah sudah lumayan kering karena cuaca semakin panas, akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali. Lintasannya masih sama tanah dan batu kali, kali ini agak kering, hingga kami menemukan permandangan dari atas bukit yang lumayan bagus untuk di foto.

Dari atas bukit, pemandangan yang sangat bagus, terlihat rumah warga di bawah



Hutan Penelitian Pasirawi



Hutan Penelitian Pasirawi






Tidak lama kami menikmati pemandangan karena cuaca saat itu panas terik ditambah lagi lumayan lembab karena habis hujan. Perjalanan kami lanjutkan kembali hingga ketemu turunan sangat curam


Sebagian lintasan masih basah

Turunan sangat curam, satu per satu melewati lintasan ini

Lintasan basah, tapi tidak ada batu - batu, sehingga mudah untuk dilewati

Menanjak lagi, kali ini sudah kering

Perjalanan dilanjutkan menuju Suatu desa dekat dengan perbatasan Rumpin dan Leuwiliang, dekat dengan desa ada jembatan gantung penghubung antara wilayah Rumpin dengan Leuwiliang. Kondisi jembatan tersebut kurang begitu baik, ada kayu - kayu yang sudah lapuk bahkan ada yang sudah terlepas sehingga terlihat rangkanya.

Ketemu sawah yang hampir panen, tampaknya tahun ini bakal panen besar

Menunggu antrian sebelum memasuki jembatan gantung



Kondisi jembatan gantung, hanya selebar motor tanpa box samping, dan kondisi kayu sudah lapuk bahkan ada yang lepas dari rangka kawat baja
Jembatan ini merupakan perbatasan Rumpin dengan Leuwiliang

Get ready, terlihat dari bawah jembatan dengan kayu yang hampir lepas
Tiba di tengah jembatan, dimana kayu pijakan sudah lepas sehingga terlihat kerangka kawat bajanya dan air sungai dibawahnya
Akhirnya sampai juga, legaaaaa....


Sambil menunggu yang lain nyebrang motor harus diparkir di atas bukit karena jalanan yang sangat sempit
Pemandangan dari atas bukit

Setelah melewati jembatan dengan tegang, kami ketemu hamparan sawah luas, padi - padi yang hampir panen, Luar Biasa..!!!

Hamparan sawah yang hampir panen
Hamparan sawah yang hampir panen
Hamparan sawah yang hampir panen
Hampir panen padinya, pemandangan yang sangat menyejukan hati
Segarrrr...
Bersiap menuju rumah makan, karena sudah siang



Kepengen berlama - lama disini sayang perut sudah tidak bisa diajak kompromi



Setelah melewati hamparan sawah, akhirnya kami menemukan aspal hahahaha... langsung kami istirahat untuk makan siang. Setelah cukup beristirahat langsung kami menuju gunung Salak untuk ke curug Cigamea. Setelah dari curug Cigamea kami perpisah untuk menuju kediaman masing - masing.

Curug Cigamea dari kejauhan, dari pintu masuk
Curug Cigamea
Curug Cigamea
Curug Cigamea


Curug Cigamea

Curug Cigamea

Curug Cigamea

Curug Cigamea


Reno Erasmus

Sabtu, 19 November 2011

Kawah Putih, Ciwidey & Situ Patenggang

Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Perjalanan kali ini sangat singkat hanya 2 hari 1 malam, rute yang kami lalui, Jakarta - Depok - Bogor - Puncak - Cianjur - Padalarang - Soreang - Ciwidey - Kawah Putih & Situ Patenggang - Ciwidey - Soreang - Padalarang - Purwakarta - Cikampek - Cikarang - Bekasi - Jakarta.

Perjalanan relatif mulus, tidak banyak ada aspal yang berlubang kecuali di puncak pass, tiba - tiba kami satu rombongan menghantam lubang yang dengan cukup keras. kondisi waktu itu sangat gelap dan masih basah habis hujan sehingga aspal kurang kelihatan jelas. Perjalanan kami lanjutkan terus hingga tiba di kota Ciwidey pagi hari, lalu kami mulai mencari penginapan disekitar Kawah Putih, setelah dapat penginapan kami langsung tertidur karena belum tidur dari semalam. Sekitar sore hari kami mulai mencari makanan untuk makan siang, didapat warung makanan Sunda, pemandangan disekitarnya adalah sawah - sawah yang hijau dan menyejukan.

Pemandangan didepan warung makan Sunda di Ciwidey
Pemandangan didepan warung makan Sunda di Ciwidey
Menu makan siang saya, Tahu, Empal dan perkedel. Tak lupa nasi dan sambel khas Sunda

Setelah selesai makan, tiba - tiba turun hujan dan kami kembali beristirahat lagi di penginapan. Sekitar jam 9 malam hujan sudah reda kami berendam di permandian air panas Cimanggu, tempat permandian tersebut lumayan ramai, airnya hangat, sayang banyak sampah - sampah makanan di pinggir kolam, dan pengamen yang membuat saya kurang nyaman berendam.

Permandian air panas Cimanggu, Ciwidey, Bandung
Tempat parkir permandian air panas Cimanggu, Ciwidey, Bandung






  
Keesokan harinya kami menuju Situ Patenggang dan Kawah Putih, posisinya menanjak lagi dari penginapan lumayan jauh dan udara semakin dingin dan sejuk.

Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Kawasan Situ Patenggang, Bandung
Situ Patenggang, Bandung
Situ Patenggang, Bandung
Situ Patenggang, Bandung
Situ Patenggang, Bandung
Sekitar 30 menit kami menikmati Situ Patenggang kami langsung menuju Kawah Putih yang letaknya tak jauh dari Situ Patenggang.
Setelah membayar karcis masuk, kami melewati jalan seperti ini dan nanjak untuk menuju tempat parkir Kawah Putih

Sejarah Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Belerang Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Kawah Putih, Ciwidey, Bandung
Setelah puas berfoto, kami memtuskan untuk pulang ke penginapan untuk bersiap - siap menuju Jakarta via Soreang - Padalarang - Purwakarta - Cikampek - Cikarang - Bekasi - Jakarta. Sepanjang perjalanan kami diguyur hujan hingga Purwakarta. memasuki Cikampek mulai terasa lelahnya harus melewati kemacetan dan jalanan lumpur karena sedang dalam perbaikan jalan dan ditambah sangat becek karena habis hujan, belum lagi diberberapa titik terjadi genangan air setinggi rem cakram.
Tiba di Cikarang setelah melewati Cikampek, hasilnya motor dan sepatu penuh lumpur

Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta lalu menuju kediaman masing masing.


Reno Erasmus